MediaKulo: Karir
News Update
Loading...
Showing posts with label Karir. Show all posts
Showing posts with label Karir. Show all posts

Thursday, 15 August 2019

Tips Interview Kerja Untuk Fresh Graduate Agar Diterima Bekerja


MediaKuloInterview kerja adalah tahapan penting dalam proses penerimaan pekerja. Maka dari itu kita sebagai pelamar haruslah menyiapkan secara matang tentang tahapan yang satu ini.


Proses interview kerja  secara umum berisi tanya jawab. Pertanyaan dari pihak personalia / HRD dan yang menjawab dari sang pelamar kerja. Tujuannya tidak lain adalah mengorek informasi pelamar. Yang pada akhirnya digunakan untuk menentukan apakah si pelamar tersebut layak untuk diterima sebagai karyawan atau tidak.


Hal yang harus dipersiapkan sebagai perlamar kerja, khususnya yang fresh graduate sma ataupun kuliah adalah mencari tahu pertanyaan yang sering muncul dalam proses interview. Karena setiap pertanyaan dalam interview kerja itu telah dibuat sebelumnya oleh pihak HRD/Personalia. Mereka telah menyiapkan terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan yang akan diatanyakan kepada si pelamar kerja.

Kebanyakan orang hanya berpikir membuat surat lamaran pekerjaan yang bagus tanpa diimbangi wawasan mengenai kesalahan saat interview kerja. Mereka belum menyiapkan bekal untuk berhadapan dengan calon atasan saat interview kerja tiba.

Tidak heran jika mereka sering melakukan kesalahan saat Interview. Memiliki info sebanyak mungkin terkait dengan jabatan yang Anda incar. Sehingga Anda tidak melakukan kesalahan fatal saat wawancara kerja.


Untuk menghindari kesalahan saat interview kerja, kenali  perusahaan tempat Anda akan bekerja. Sebagai antisipasi apabila kebijakan perusahaan dijadikan pembahasan dalam setiap pertanyaan wawancara kerja.


Kemungkinan kesalahan saat interview yang menjadi momok menakutkan, khususnya bagi para fresh graduate yang tidak cukup pengalaman.  Belum lagi dengan pesaing yang banyak, lakukan apapun yang dapat mencegah kesalahan saat wawancara sedini mungkin.


Baca Juga :

  • Pertanyaan Dan Jawaban Interview Kerja yang Penting Untuk Diketahui
  • Tips Menjawab Pertanyaan Pribadi Pada Saat Interview Kerja

  • Sebagai informasi tambahan, berikut beberapa hal fatal yang sering diperbuat oleh pelamar kerja pemula fresh graduate.



    1. Datang terlambat Saat Mau Interview Kerja

    Datang tepat waktu untuk mencegah kesalahan  awal saat interview,  dari sini mereka akan mengamati tanggung jawab anda. Lebih baik Anda menunggu daripada ditunggu.

    Datang tepat waktu akan menguntungkan Anda.  Kesalahan saat wawancara yang paling sering adalah datang terlambat, dan membuat mereka kesal dengan Anda.



    2. Bermain handphone/ Gadget Saat Interview Kerja

    Jangan mengoperasikan handphone saat wawancara berlangsung. Mengapa? Kesalahan ini menandakan bahwa Anda tak punya rasa sopan di depan orang yang notabennya harus anda hormati.

    Jangan lakukan hal ini jika ingin masuk seleksi wawancara dan tidak melakukan kesalahan.



    3. Berhati-hatilah dengan cara anda berjabat tangan

    Kesalahan saat wawancara kerja yang selanjutnya yaitu cara bersalaman. Anda mungkin kurang yakin bahwa mereka bisa mengetahui karakter Anda dari cara Anda berjabat tangan.

    Jangan sekalipun Anda berjabat tangan dengan tidak bertenaga dan minim semangat. Kesalahan saat wawancara ini akan memalukan diri anda sendiri. Antusias juga bisa Anda tunjukkan dari mimik muka yang ceria dan penuh senyuman hormat dengan mereka. Dijamin, kesalahan awal interview ini akan jauh dari Anda.



    4. Jaga penampilan Anda

    Dalam interview, Anda juga perlu memberikan sentuhan pada tampilan Anda. Baju ataupun item fashion yang Anda pakai mencerminkan kepribadian Anda. Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan saat wawancara kerja dengan memakai pakaian seenaknya.

    Dress dengan jas, kemeja, serta sepatu yang mencirikan gaya formil dapat  diandalkan. Penampilan yang good looking membuat Anda terbebas dari kesalahan fatal saat interview. Jika Anda tipe orang yang tidak pandai berdandan, referensi dari majalah, sosial media, atau internet bisa Anda manfaatkan. Aplikasikan make up yang natural dan tidak berlebihan.



    5. Jaga sikap profesional

    Terdapat sesi dimana mereka akan meminta Anda untuk menceritakan pengalaman pribadi, hobi, prestasi atau pencapaian, pernah bekerja atau belum, hingga hal-hal yang erat kaitannya dengan diri Anda. Kesalahan saat wawancara di sesi ini yang kerap dilakukan adalah terlalu bersemangat atau mengada-ada. Bukannya senang, mereka justru merasa tak tahan.

    Secara tidak langsung, pewawancara pasti sudah bisa menebak mana yang dibuat-buat dan mana yang tidak. Ungkapkan diri Anda dengan apa adanya.


    Kesalahan ini bisa membuat mereka tak yakin kalau Anda bisa memegang jabatan tertentu.



    6. Merasa kurang percaya diri

    Banyak orang pandai di luar sana, tapi hanya segelintir dari mereka yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi confident. Tak heran walaupun mereka sudah siap secara lahir batin, kesalahan saat wawancara kerja yang sering di lakukan adalah gagal fokus dan pecah konsentrasi. Jangan bersikap pemalu atau rendah di hadapan di depan pewawancara. Tunjukkan bahwa diri Anda lebih berhak dan lebih baiks daripada ribuan pesaing Anda yang sama-sama sedang berjuang.

    Ingat, mereka butuh orang yang bisa dipercaya untuk memegang perusahaan. Apa jadinya jika pada diri sendiri pun Anda kurang percaya?. Bersikaplah tenang agar Anda bisa menghindari kesalahan saat interview ini.


    Tapi jangan terlalu over percaya diri yah, natural lebih baik, Memiliki rasa percaya diri bahwa Anda bisa itu sangat penting, tapi jangan sampai Anda membuat orang yang mewawancarai Anda bingung karena anda terlalu besar kepala. Kesan pertama yang terlihat adalah Anda orang yang sombong


    Kesalahan saat interview ini seringkali dilakukan oleh calon pelamar. Padahal sebaiknya dijauhi, apalagi hanya karena Anda punya kenalan orang. Cobalah bersikap yang sewajarnya saat tahap ini berlangsung. Hindari kesalahan ini saat interview berlangsung.



    8. Hindari jawaban dengan kalimat klise, kreatif namun tetap realistis

    Sederet pertanyaan sudah disiapkan untuk mengetes apakah Anda memang sungguh layak atau tidak di terima sebagai karyawan. Pertanyaan ini akan dilontarkan penguji satu per satu. Dan tugas Anda adalah menjawabnya dengan sebaik mungkin agar Anda lolos seleksi.

    Kesalahan saat interview yang seolah sudah membudaya adalah memberikan jawaban pertanyaan interview yang klise. Bagi Anda yang baru lulus atau fresh graduate, cobalah untuk mencari jawaban yang kratif namun tetap realistis.



    9. Jika Ada minuman atau makanan, jangan buru-buru dimakan, tunggu sampai Interview selesai

    Banyak perusahaan di kota besar yang sengaja menyajikan kudapan lezat dan minuman bagi orang yang sedang menjalani tes interview. Selain rasa tanggungjawab, bisa jadi ini adalah trik yang dilakukan sebagai pengecoh.

    Kesalahan saat wawancara yang kerap dipraktekkan adalah mereka yangkurang paham akan melahap makanan padahal sesi interview belum selesai. Tunggulah sampai Anda selesai interview.


    Kesalahan saat interview ini membuktikan bahwa Anda kurang dalam hal pergaulan karena tidak tau tata cara dan tata krama bertingkah laku yang baik.



    10. Jangan tanyakan gaji

    Inilah kesalahan saat wawancara kerja yang bisa disebut berada di ratting paling atas. Kelalaian ini justru menggambarkan bahwa Anda orang yang hanya mengarah uang saja, bukan mengedepankan loyalitas dan profesionalitas saat bekerja sama dengan perusahaan mereka.

    Jauhi kesalahan saat interview dengan bertanya nominal yang akan Anda dapat setiap bulannya. Anda tahan dulu keinginan itu sampai pewawancara membahasanya.


    Ingat, adalah kesalahan fatal saat wawancara yang justru akan merusak reputasi Anda.



    11. Jangan tanyakan jatah cuti

    Sebetulnya Anda tidak perlu khawatir karena mereka pun akan memberikan cuti dengan jangka waktu tertentu. Jika ingin membicarakan jadwal atau cuti sebaiknya jangan saat wawancara. pastikan terlebih dahulu anda di terima dalam pekerjaan tersebut.

    Kesalahan saat interview ini menunjukkan bahwa Anda egois. Jadi sekali lagi Anda perlu waspada. Sebab sekecil apapun kesalahan saat wawancara yang Anda perbuat akan berdampak pada kesempatan yang diberikan pihak perusahaan untuk menerima atau menolak Anda.



    12. Jangan bersikap arogan

    Jika Anda ingin menarik perhatian pewawancara, maka Anda tak boleh menyombongkan diri. Pastikan anda tetap rendah hati. Yakinlah bahwa di atas langit masih ada langit. Artinya, Anda tidak bisa bersikap terlalu sombong dan mengakui bahwa andalah satu-satunya orang yang terbaik yang pernah ada dan harus diterima di kantor ini.

    Mereka jauh lebih berpengalaman, lebih tahu keadaan dan paham akan situasi. Sedangkan Anda adalah fresh graduate yang datang meminta pekerjaan. Sewajarnya Anda harus paham kesalahan saat wawancara yang mesti dijauhi dan diantisipasi secepat mungkin.


    Berkonsultasilah dengan orang atau kerabat Anda yang berpengalaman dalam interview agar kesalahan saat wawancara kerja ini dapat Anda hindari.



    13. Kenali perusahaan yang anda lamar

    Syarat wajib yang harus Anda lunasi sebelum deadline wawancara adalah memahami sebanyak mungkin hal-hal yang mencakup perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan. Pelajari peraturan, seperti tahun berdiri, serta pada bidang apakah perusahaan tersebut bergerak.

    Kesalahan saat wawancara seperti tidak mengetahui hal tersebut akan berakibat buruk pada nasib anda.


    Begitu juga tentang bagian yang Anda lamar. Apa tugasnya, kewenangan, serta kewajiban yang harus dipenuhi. Sebab ini pun masuk dalam materi yang akan ditanyakan oleh pewawancara. Jadi setidaknya Anda tahu pertanyaan yang akan Anda terima dan jawaban yang bisa diberikan sehingga tidak akan terjadi kesalahan saat interview.



    14. Jangan Gagal menjawab pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan

    Tidak berhasil memaparkan apa yang menjadi nilai plus dan kelemahan boleh jadi membuat anda terlampau percaya diri atau sebaliknya.

    Kesalahan menjawab pertanyaan ini saat wawancara justru menjadikan bos Anda kurang yakin dan akan berpikir ulang untuk menerima anda sebagai karyawannya.


    Untuk meminimalisir kesalahan ini saat interview, Anda harus menceritakan kepada bos Anda tentang diri Anda dengan memperlihatkan hal-hal yang bisa Anda percaya. Secara tidak langsung Anda sudah memberikan alasan mengapa ia harus memilih Anda untuk memegang posisi yang cukup penting di perusahaan yang Anda lamar.


    Selain pertanyan tersebut, berhati-hati dengan soal jebakan wawancara, yang mungkin di tanyakan oleh pewawancara.



    15. Jangan mengeluh dan menjelekkan orang lain pada sesi ini

    Ingat, wawancara kerja bukan tempat curhat keluh kesah ya, atau tempat menjelekan orang lain, jangan lakukan kesalahan ini, ingat.

    Yang jelas tidak ada manfaatnya, Anda juga akan memperoleh penilaian buruk dari pewawancara karena sikap Anda yang gemar curhat dan mengurusi kehidupan orang lain yang tidak terlalu penting dan tidak akan berpengaruh terhadap pekerjaan Anda.


    Kesalahan ini bisa bisa menggagalkan kesuksesan interview. Dan bisa jadi Anda langsung dicoret dan di black list dari perusahaan yang Anda incar. Jadi, waspada dan tetap tenang. Unggulkan potensi yang tersimpan di dalam diri Anda. Dengan tekun dan niat, tidak ada yang mustahil.


    Itulah tips interview kerja untuk fresh graduate. Semoga bisa bermanfaat.

    Wednesday, 14 August 2019

    Tips Menjawab Pertanyaan Pribadi Pada Saat Interview Kerja


    MediaKulo - Pada tahap interview kerja, bisa dikatakan sebagai tahap paling penting dan yang paling besar efeknya dalam menentukan apakah kamu akan diterima bekerja atau tidak diperusahaan tempat kamu melamar. Itu kenapa sikap dan cara kita menjawab pertanyaan ketika sedang dalam proses interview kerja sangat lah penting untuk diperhatikan dan dijaga.


    Tapi, selain pertanyaan-pertanyaan tentang skill, pendidikan dan pengalaman kerja. Ada jenis pertanyaan bersifat pribadi yang ikut ditanyakan. Tujuannya adalah untuk menilai apakah karakter dan kepribadian kamu cocok atau tidak untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.


    Baca Juga :




    Nah, biar bisa tetap menjawab dengan cara lugas dan meyakinkan ketika ditanyakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi secara tiba-tiba. Ini dia beberapa contoh pertanyaan bersifat pribadi yang sering ditanyakan ketika interview kerja dan tips bagaimana cara menjawabnya:



    1. Kenapa Berhenti dari Kantor Lama?

    Ketika diberikan pertanyaan tersebut, jangan asal jawab dengan jujur, tapi pertimbangkan dulu. Jika keluar karena masalah pribadi lebih baik kamu mengganti jawaban yang lebih terlihat profesional seperti :


    • Ingin mencari suasana baru
    • Ingin mencari yang lebih baik
    • Ingin mencoba pengalaman/tantangan baru

    Berhati-hatilah ketika menjawab pertanyaan satu ini, jawab dengan sikap tenang agar terlihat meyakinkan. Walaupun harus jujur sampaikanlah dengan kalimat yang sopan seperti :



    • Isi perusahaan dan sistem kerjanya sudah tidak sesuai atau tidak cocok dengan saya
    • Pimpinan saya sudah memiliki menerapkan visi dan sistem baru diperusahaan yang sudah tidak sejalan lagi dengan saya



    2. Mengapa Memilih Jurusan Ini saat Kuliah?

    Memang terdengar aneh, karena untuk apa membawa-bawa masalah pilihan kuliah yang sudah lewat ke urusan melamar pekerjaan apalagi jika kamu sebelumnya sudah pernah bekerja dan memiliki pengalaman yang cukup.

    Tapi pertanyaan ini ditunjukkan untuk mengetahui passion kamu terhadap apa yang kamu pilih. Ada banyak kasus dimana latar belakang pendidikan dan jenis pekerjaan yang dijalani tidak ada hubungannya. Jadi jika kamu hanya menjawab sekedarnya seperti :



    • Karena sepertinya menyenangkan
    • Karena jurusan populer
    • Karena lapangan kerjanya luas
    Itu bisa saja membuat kamu terlihat seperti orang yang setengah-setengah dalam melakukan sesuatu atau hanya sekedar saja.

    Tapi jika kamu menjawab seperti :



    • Karena saya hobi menggambar dan desain jadinya saya memutuskan untuk masuk jurusan desain grafis
    • Karena saya senang berinteraksi dengan orang lain dan bekerja didalam tim sehingga public relation menjadi jurusan yang paling cocok untuk kepribadian saya
    Dengan jawaban ini kamu akan terlihat sangat optimis dan akan berusaha melakukan yang terbaik karena jika sudah melakukan hal yang disenangi, kesulitan seakan bukan hanya kesulitan tapi bisa jadi tantangan yang menyenangkan.


    3. Apa Kelemahan Anda?

    Bisanya Pertanyaan ini akan muncul setelah pertanyaan tentang ceritakan diri Anda dan apa kelebihan Anda. Ini akan mengagetkan, karena kamu perlu mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan seperti ini.

    Tapi tujuan diberikannya pertanyaan ini semata-mata untuk mengetahui bagaimana cara kamu dalam menghadapi masalah yang ada dan cara mengatasinya. Jawab saja dengan sejujurnya dengan apa adanya saja, baik itu dari sisi kualitas emosional kamu seperti sedikit tempramen atau cepat panik ataupun dari sisi kebiasaan seperti susah bangun pagi atau suka terburu-buru.


    Jika kamu menjawab secara jujur, kamu dan pihak perusahaan bisa mendiskusikannya bersama dan mencari solusi bagaimana cara mengatasi kultur dan sistem perusahaan jika-jika kamu diterima untuk bekerja diperusahaan tersebut.



    4. Apa Makna sebuah Pekerjaan untuk Anda secara Pribadi?

    Jika secara tiba-tiba diberikan pertanyaan demikian jawablah dengan jujur tapi bijak. Jangan hanya sekedar menjawab untuk mencari uang tapi sertakan jawaban yang memang pada nyatanya bekerja memberikan dampak positif pada hidup kamu seperti :


    • Tempat belajar
    • Menjalin hubungan profesional yang baik
    • Tempat untuk bisa memberikan kemampuan maksimal dalam diri

    pokoknya sesuaikan dengan apa yang memang kamu rasakan saat itu.


    Jawaban yang sungguh-sungguh menggambarkan niat dan kesungguhan kamu kepada perusahaan bahwa kamu memang bisa mengemban beban dan tanggung jawab yang akan diberikan nanti jika memang kamu akan dipekerjakan.



    5. Apakah Pernah ada Masalah dengan Rekan Kerja di Perusahaan Sebelumnya?

    Jika diberikan pertanyaan berikut, kamu bisa menjawab secara jujur jika itu memang berkaitan dengan pekerjaan seperti:


    ‘Saya dan rekan kerja pernah beradu argumen tentang strategi marketing dan....’

    Tapi kamu juga harus menjelaskan juga bagaimana kamu dan rekan kerja mencari solusinya dan akhirnya bisa menyatukan pikiran sehingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik.


    Tujuan dari jawaban ini bukan untuk melihat seperti apa kepribadian kamu saja, jika menyangkut tentang pekerjaan dan bagaimana nanti kamu akan menjalin hubungan kerja yang profesional dengan rekan kerja dikantor.


    Dengan tips menjawab pertanyaan-pertanyaan pribadi diatas saat interview kerja, tentunya hal ini akan membantu melalui sesi interview kerja dengan maksimal. Pelajari dan terapkan di sesi interview selanjutnya. Dengan memahami jawaban dari pertanyaan tim HRD, maka pastinya kamu akan dapat menimpali dengan semua pertanyaan dengan sukses. Semoga berhasil!

    Pertanyaan Dan Jawaban Interview Kerja yang Penting Untuk Diketahui


    MediaKulo - Untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, seorang pelamar memang umumnya diharuskan melewati beberapa tahapan yang menjadi syarat oleh perusahaan. Ada salah satu tahapan yang harus dilewati oleh seorang pekerja adalah interview.

    Perusahaan memang tak mau rugi dengan setiap apa yang dilakukannya, termasuk pada hal rekrutmen ini. Untuk mencapai tujuan mendapatkan keuntungan dari proses rekrutmen ini, perusahaan yang diwakili pihak HRD akan memberikan sejumlah prosedur atau tahapan kepada para pelamar kerja. Prosedur yang salah satunya berupa tes dan wawancara ini dilakukan agar perusahaan tak salah merekrut atau memilih orang untuk dijadikan pegawai.

    Baca Juga :


    Pada proses interview ini, seorang pelamar kerja akan mendapatkan sejumlah pertanyaan dari pihak HRD yang harus dijawab dengan baik. Untuk Anda yang akan menjalani proses interview, Anda harus memahami dengan baik beberapa pertanyaan yang sering dimunculkan oleh HRD. Kali ini MediaKulo akan memberikan contoh pertanyaan yang seringkali diajukan oleh HRD. Berikut ulasannya.


    Pertanyaan 1:



    “Tolong jelaskan tentang diri Anda?”

    Pertanyaan pertama yang sering diajukan oleh HRD adalah, tolong jelaskan tentang diri Anda?  Jika nanti Anda mendapatkan pertanyaan  ini, maka Anda jawab dengan ringkas dan pada intinya. Pada pertanyaan yang satu ini, HRD ingin mengetahui berapa lama pengalaman Anda, jenis perusahaan, dan hal yang pernah dikerjakan di perusahaan lama.

    Jangan lupa juga untuk bisa menghubungkan pekerjaan Anda di perusahaan lama Anda dengan passion atau kesukaan dan hobi yang sesuai dengan pekerjaan tersebut. Biasanya HRD akan mampu mengetahui pengetahuan Anda, sifat kepribadian dan kemampuan Anda.

    Contoh jawaban yang baik dari pertanyaan ini adalah:

    Saya pernah bekerja di bidang social media marketing selama 2 tahun. Posisi pekerjaan terakhir, saya memimpin divisi ini dengan tim sebanyak 4 orang. Saya sendiri memiliki kemampuan komunikasi pemasaran digital yang sangat baik dan kemampuan antarpersonal, dan itulah yang memungkinkan saya bekerja dibidang social media marketing ini. Saya sendiri memiliki latar belakang di beberapa perusahaan besar dan kecil. Selain komunikasi pemasaran digital juga memiliki wawasan dibidang media sosial yang up to date.


    Pertanyaan 2:



    “Mengapa Anda meninggalkan/berniat meninggalkan pekerjaan terakhir Anda?”


    Pertanyaan ini memang membingungkan, tetapi Jika Anda mendapatkan pertanyaan ini maka Anda harus menjawabnya dengan nada yang mantap, tanpa keraguan dan yang paling penting tanpa kebohongan. Jadi jika Anda memang mendapati perusahaan lama yang kurang menghargai pekerjaan Anda maka katakan saja demikian. Tetapi dalam kasus ini jangan memojokkan satu pihak dengan menyalahkan mereka dan seolah-olah Anda yang paling benar.  

    Contoh jawaban dari pertanyaan ini adalah:

    "Perusahaan telah banyak berubah dari saat saya memulai bekerja pada hari pertama. Perubahan yang memang membuat posisi saya semakin sulit ini dan membuat saya tidak bisa mengembangkan diri akhirnya membuat saya harus mau tak mau memutuskan untuk keluar, sebuah keputusan yang tidak terpikirkan sebelumnya."




    Pertanyaan 3:



    “Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?”



    Hati-hati dengan pertanyaan yang menjebak satu ini. Bila Anda mendapatkan pertanyaan ini, Anda harus bisa menjawabnya dengan bijak. Jangan hanya memikirkan uang besar saja saat Anda bekerja di sebuah perusahaan. Meski manusia memang memiliki kewajaran jika mencari uang, namun Anda harus menyatakan hal ini secara impilisit (sugestif). Anda memang harus jujur, dan apabila Anda memang tertarik dengan gaji dari perusahaan tersebut, katakan saja bahwa Anda ingin bisa lebih produktif lagi dan ingin menyongsong masa depan yang lebih cerah lagi.



    Bisa saja seorang pelamar melamar pekerjaan di sebuah perusahaan karena adanya budaya kerja yang baik. Maka jawablah pertanyaan tersebut diatas dengan jujur, bijak dan yang terpenting bisa membuat Anda lebih nampak produktif.




    Pertanyaan 4:



    "Kenapa kami harus mempekerjakan Anda?"



    Pertanyaan ini juga menjebak. Anda harus hati-hati dengan pertanyaan yang ini juga. Umumnya pelamar akan menjawab dengan kelebihan dan kemampuan yang dimilikinya. Terkadang ada juga beberapa pelamar yang melebihkan kemampuan yang dimilikinya dihadapan HRD. Boleh saja menyatakan kelebihan, kemampuan dan prestasi Anda dihadapan HRD. Tapi perlu Anda ingat Anda tidak boleh terlalu over (berlebihan), dikarenakan tim HRD yang biasanya didominasi oleh orang-orang dari jurusan psikologi sangat mengetahui karakter seseorang jika ia menyatakan sesuatu yang over. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai dan bisa menjadi bumerang buat para pelamar adalah menyatakan kelebihannya dengan merendahkan kemampuan orang lain. Jika hal ini Anda lakukan bersiaplah untuk dicoret dan melenggang dengan sebuah penolakan.




    Pertanyaan 5:



    “Apa keunggulan Anda?”



    Berikutnya, pertanyaan yang seringkali dilontarkan para pewawancara adalah tentang keunggulan yang dimiiki para pelamar.




    Pertanyaan ini dibutuhkan jawaban kejujuran dan kesesuaian dengan posisi yang dilamar. Tetapi jangan sampai menyampaikan kelebihan dan kemampuan Anda yang tidak sesuai dengan posisi yang Anda lamar karena Anda akan dianggap kurang teliti dan tidak memperhatikan posisi yang dilamar. Anda harus menyampaikan keahlian dan keunggulan yang Anda miliki dengan yakin.




    Pertanyaan 6:



    “Apa kelemahan terbesar Anda?”



    Biasanya HRD akan menanyakan kelemahan yang dimiliki pelamar. Untuk menjawab pertanyaan ini umumnya para pelamar mengalami banyak kesulitan. Kesulitan ini memang sangat mungkin terjadi karena saat para pelamar diajukan pertanyaan ini mereka merasa dipososi seperti makan buah simalakama (serba salah). Para pelamar ini menganggap jika Mereka mengungkapkan banyak kelemahan, maka mereka bisa tidak lolos atau gagal dalam wawancara. Namun ternyata ada satu teknik untuk bisa menjawab pertanyaan ini. Setiap manusia memang pastinya memiliki kelemahan, namun Anda bisa menggunakan teknik pemilihan kelemahan untuk menjadikannya sebagai kelebihan. Bagaimana caranya?




    "Pilih saja kelemahan seperti saya terlalu tidak sabaran untuk cepat menyelesaikan pekerjaan atau saya mudah marah kepada diri saya ketika saya tidak menyelesaikan dengan baik, dan lain sebagainya."




    Pertanyaan 7: 



    “Apa yang Anda ketahui dari perusahaan ini?”



    Sebelum pergi untuk interview (wawancara), seorang pelamar memang dianjurkan bahkan diharuskan menggali informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan yang akan Anda lamar. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan Anda akan memiliki kemungkinan besar mendapatkan pertanyaan yang menanyakan perusahaan yang Anda lamar.




    "Jika Anda menjawabnya dengan baik maka Anda pandang sebagai orang yang peduli dan serius terhadap lowongan dan perusahaan. Namun jika Anda tidak bisa menjawab, maka Anda  akan dianggap sebagai orang yang tidak serius terhadap perusahaan yang akan menjadi tempat ia bekerja."




    Pertanyaan 8: 



    “Apakah Anda ada pertanyaan untuk saya?”



    Terakhir, pertanyaan yang sering diajukan oleh pewawancara dari tim HRD adalah “Apakah Anda ada pertanyaan untuk saya?” Pernyataan ini biasanya dilontarkan pewawancara di akhir interview. Lalu bagaimana menjawabnya pertanyaan ini dengan baik?




    "Seorang pelamar memang memiliki dua pilihan dari pertanyaan ini, yaitu memberikan pertanyaan atau tidak. Dalam kasus ini Anda sebaiknya memilih untuk mengajukan pertanyaan. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan dengan bertanya Anda mendapatkan nilai lebih karena Anda dianggap memiliki antusias terhadap interview, lowongan, atau posisi dan perusahaan. Ajukan pertanyaan seperti bagaimana deskripsi pekerjaan yang nantinya harus dijalani atau apa saja budaya kerja di perusahaan, dan lain sebagainya."




    Demikianlah informasi mengenai beberapa pertanyaan yang sering muncul pada interview kerja beserta jawaban yang tepat dan sesuai. Maka dari itu untuk Anda yang akan merencanakan menjalankan proses interview ada baiknya Anda memperhatikan dan memahami beberapa pertanyaan yang ada diatas agar proses interview Anda sukses dan Anda diterima bekerja di perusahaan yang Anda inginkan.



    Featured

    [Featured][recentbylabel2]

    Featured

    [Featured][recentbylabel2]
    Notification
    This is just an example, you can fill it later with your own note.
    Done